Pages

  • Home
  • Sitemap
Netpacker
Netpacker
  • Home
  • Wahana
    • Wahana Wisata
    • Wisata Alam
    • Wahana Air
    • Zoo
    • Tempat Unik
  • Alam
    • Pantai
    • Pegunungan
    • Air Terjun
    • Goa
    • Kota
    • Sungai
  • Sejarah
    • Museum
    • Peninggalan Sejarah
    • Tempat Bersejarah
    • Candi
  • Catatan
    • Artikel
    • News
    • Tips dan Trik
  • Hotel dan Penginapan
  • Transportasi
  • Rest Area
    • Kuliner
    • Wisata Belanja
    • Oleh-oleh
    • Budaya


De Arca Museum merupakan museum patung pertama di Indonesia.  Di museum ini wisatawan akan disuguhi aneka patung tokoh terkemuka baik di Indonesia maupun mancanegara. Mulai dari presiden, pahlawan, penyanyi, hingga pemain bola.

Bertemu dan berfoto bersama tokoh idola adalah mimpi bagi banyak orang. Namun mimpi itu biasanya sulit diwujudkan, apalagi jika sang tokoh idola telah lama meninggal. Eits, Anda jangan berkecil hati dulu. Kini mimpi berpose bersama tokoh idola bisa diwujudkan dengan mudah. Cukup berkunjung ke Museum De Arca, Anda pun bisa berjumpa dengan banyak tokoh idola dan berfoto bersama.

Civil War Neeeh....
Civil War Neeeh....


Mengusung konsep yang mirip dengan Museum Patung Lilin Madam Tussaud di Hongkong, De Arca Museum hadir sebagai museum patung pertama dan terbesar di Indonesia. Tokoh-tokoh dunia dihadirkan dalam ukuran sebenarnya lengkap dengan kostum dan gesture khas mereka.

Museum De Arca terbagi menjadi tiga zona, yakni zona tokoh nasional, zona presiden dunia, dan zona tokoh dunia. Di zona tokoh nasional wisatawan bisa menjumpai patung Dahlan Iskan, Mbah Maridjan, R.A. Kartini, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, dan masih banyak lagi. Memasuki zona selanjutnya, deretan pemimpin negara hadir dalam beragam pose. Soekarno, Susilo Bambang Yudhoyono, Ratu Elizabeth II, hingga Barack Obama berdiri dengan gagahnya.

ayo sungkem dulu sama mbah....
ayo sungkem dulu sama mbah....


Sedangkan di zona tokoh dunia pengunjung dapat berjumpa dengan Brad Pitt, Michael Jackson, Christiano Ronaldo, Jackie Chan, Hitler, hingga Dalai Lama. Bahkan di zona terakhir ini juga terdapat replika bajak laut Jack Sparrow dan Captain America. Menarik bukan? Sebelum mengunjungi museum De Arca, pastikan baterai kamera maupun ponsel Anda sudah terisi penuh sehingga Anda bisa mengambil gambar dengan beragam gaya. Kapan lagi coba bertemu banyak tokoh idola dan berfoto bersama dalam sekali waktu?



Lokasi dan Harga Tiket
Museum De Arca terletak di Pasar Seni XT Square, Jl Veteran, Pandeyan, Yogyakarta, bersebelahan dengan Museum De Mata Trick Eye. Untuk menyaksikan koleksi patung di museum ini wisatawan wajib membayar Rp 50.000, sedangkan tiket terusan dengan Museum De Mata sebesar Rp 75.000. Museum De Arca buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 22.00 WIB.

De Arca Museum
ADDRESS : XT SQUARE JALAN VETERAN PADEYAN
YOGYAKARTA - INDONESIA
PHONE : (+62 274) 380809
RESERVATION : (+62 274) 7198777 
MOBILE : +62 8994 767 494
MARKETING : +6281 327 166 616 
PIN BLACKBERRY : 7508F791
E-MAIL : museumdearca@gmail.com
www.dearcamuseum.com


Baca Juga
  • Tugu Jogja, Terdiam dengan Sejarahnya...

Referensi Njogja
0
Share

Tugu Jogja merupakan landmark Kota Yogyakarta yang paling terkenal. Monumen ini berada tepat di tengah perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro. Tugu Jogja yang berusia hampir 3 abad memiliki makna yang dalam sekaligus menyimpan beberapa rekaman sejarah kota Yogyakarta.

Tugu jogja Jaman dulu
Tugu jogja Jaman dulu


Tugu Jogja kira-kira didirikan setahun setelah Kraton Yogyakarta berdiri. Pada saat awal berdirinya, bangunan ini secara tegas menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti, semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan. Semangat persatuan atau yang disebut golong gilig itu tergambar jelas pada bangunan tugu, tiangnya berbentuk gilig (silinder) dan puncaknya berbentuk golong (bulat), sehingga disebut Tugu Golong-Gilig.

Bentuk Awal dan Setelah Di renovasi
Bentuk Awal dan Setelah Di renovasi


Secara rinci, bangunan Tugu Jogja saat awal dibangun berbentuk tiang silinder yang mengerucut ke atas. Bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar sementara bagian puncaknya berbentuk bulat. Ketinggian bangunan tugu pada awalnya mencapai 25 meter.
 
Tugu di Jaman belanda
Tugu di Jaman belanda

Semuanya berubah pada tanggal 10 Juni 1867. Gempa yang mengguncang Yogyakarta saat itu membuat bangunan tugu runtuh. Bisa dikatakan, saat tugu runtuh ini merupakan keadaan transisi, sebelum makna persatuan benar-benar tak tercermin pada bangunan tugu.

Keadaan benar-benar berubah pada tahun 1889, saat pemerintah Belanda merenovasi bangunan tugu. Tugu dibuat dengan bentuk persegi dengan tiap sisi dihiasi semacam prasasti yang menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam renovasi itu. Bagian puncak tugu tak lagi bulat, tetapi berbentuk kerucut yang runcing. Ketinggian bangunan juga menjadi lebih rendah, hanya setinggi 15 meter atau 10 meter lebih rendah dari bangunan semula. Sejak saat itu, tugu ini disebut juga sebagai De Witt Paal atau Tugu Pal Putih.

Perombakan bangunan itu sebenarnya merupakan taktik Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja. Namun, melihat perjuangan rakyat dan raja di Yogyakarta yang berlangsung sesudahnya, bisa diketahui bahwa upaya itu tidak berhasil.

Disaat Senja sudah mulai hilang, Tugu ini tetap berdiri kokoh dengan Sejuta Sejarah
Disaat Senja sudah mulai hilang, Tugu ini tetap berdiri kokoh dengan Sejuta Sejarah


Bila anda ingin memandang Tugu Jogja sepuasnya sambil mengenang makna filosofisnya, tersedia bangku yang menghadap ke tugu di pojok Jl. Pangeran Mangkubumi. Pukul 05.00 - 06.00 pagi hari merupakan saat yang tepat, saat udara masih segar dan belum banyak kendaraan bermotor yang lalu lalang. Sesekali mungkin anda akan disapa dengan senyum ramah loper koran yang hendak menuju kantor sirkulasi harian Kedaulatan Rakyat.

Begitu identiknya Tugu Jogja dengan Kota Yogyakarta, membuat banyak mahasiswa perantau mengungkapkan rasa senangnya setelah dinyatakan lulus kuliah dengan memeluk atau mencium Tugu Jogja. Mungkin hal itu juga sebagai ungkapan sayang kepada Kota Yogyakarta yang akan segera ditinggalkannya, sekaligus ikrar bahwa suatu saat nanti ia pasti akan mengunjungi kota tercinta ini lagi.

 Lokasi Tugu Jogja




Baca Juga
  • Menyusuri Surga Cinderamata di Malioboro Jogjakarta



Referensi Yogyes
0
Share

Berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti karangan bunga, Malioboro menjadi kembang yang pesonanya mampu menarik wisatawan. Tak hanya sarat kisah dan kenangan, Malioboro juga menjadi surga cinderamata di jantung Kota Jogja.


Suasana Trotoar Malioboro
Suasana Trotoar Malioboro

Matahari bersinar terik saat ribuan orang berdesak-desakan di sepanjang Jalan Malioboro. Mereka tidak hanya berdiri di trotoar namun meluber hingga badan jalan. Suasana begitu gaduh dan riuh. Tawa yang membuncah, jerit klakson mobil, alunan gamelan kaset, hingga teriakan pedagang yang menjajakan makanan dan mainan anak-anak berbaur menjadi satu. Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya rombongan kirab yang ditunggu pun muncul.

Dokar Berjajar menunggu Penumpang
Dokar Berjajar menunggu Penumpang


Diawali oleh Bregada Prajurit Lombok Abang, iring-iringan kereta kencana mulai berjalan pelan. Kilatan blitz kamera dan gemuruh tepuk tangan menyambut saat pasangan pengantin lewat. Semua berdesakan ingin menyakasikan pasangan GKR Bendara dan KPH Yudhanegara yang terus melambaikan tangan dan menebarkan senyum ramah.

Itulah pemandangan yang terlihat saat rombongan kirab pawiwahan ageng putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X lewat dari Keraton Yogyakarta menuju Bangsal Kepatihan. Ribuan orang berjejalan memenuhi Jalan Malioboro yang membentang dari utara ke selatan. Dalam bahasa Sansekerta, malioboro berarti jalan karangan bunga karena pada zaman dulu ketika Keraton mengadakan acara, jalan sepanjang 1 km ini akan dipenuhi karangan bunga.

Malioboro Jaman Dulu
Malioboro Jaman Dulu


Meski waktu terus bergulir dan jaman telah berubah, posisi Malioboro sebagai jalan utama tempat dilangsungkannya aneka kirab dan perayaan tidak pernah berubah. Hingga saat ini Malioboro, Benteng Vredeburg, dan Titik Nol masih menjadi tempat dilangsungkannya beragam karnaval mulai dari gelaran Jogja Java Carnival, Pekan Budaya Tionghoa, Festival Kesenian Yogyakarta, Karnaval Malioboro, dan masih banyak lainnya.

Sebelum berubah menjadi jalanan yang ramai, Malioboro hanyalah ruas jalan yang sepi dengan pohon asam tumbuh di kanan dan kirinya. Jalan ini hanya dilewati oleh masyarakat yang hendak ke Keraton atau kompleks kawasan Indische pertama di Jogja seperti Loji Besar (Benteng Vredeburg), Loji Kecil (kawasan di sebelah Gedung Agung), Loji Kebon (Gedung Agung), maupun Loji Setan.

Namun keberadaan Pasar Gede atau Pasar Beringharjo di sisi selatan serta adanya permukiman etnis Tionghoa di daerah Ketandan lambat laun mendongkrak perekonomian di kawasan tersebut. Kelompok Tionghoa menjadikan Malioboro sebagai kanal bisnisnya, sehingga kawasan perdagangan yang awalnya berpusat di Beringharjo dan Pecinan akhirnya meluas ke arah utara hingga Stasiun Tugu.

Wajah pasar BeringHarjo
Wajah pasar BeringHarjo

Melihat Malioboro yang berkembang pesat menjadi denyut nadi perdagangan dan pusat belanja, seorang kawan berujar bahwa Malioboro merupakan baby talk dari "mari yok borong". Di Malioboro Anda bisa memborong aneka barang yang diinginkan mulai dari pernik cantik, cinderamata unik, batik klasik, emas dan permata hingga peralatan rumah tangga. Bagi penggemar cinderamata, Malioboro menjadi surga perburuan yang asyik.

Pengunjung tak hanya dari lokal, tapi juga turis asing
Pengunjung tak hanya dari lokal, tapi juga turis asing


Berjalan kaki di bahu jalan sambil menawar aneka barang yang dijual oleh pedagang kaki lima akan menjadi pengalaman tersendiri. Aneka cinderamata buatan lokal seperti batik, hiasan rotan, perak, kerajinan bambu, wayang kulit, blangkon, miniatur kendaraan tradisional, asesoris, hingga gantungan kunci semua bisa ditemukan dengan mudah. Jika pandai menawar, barang-barang tersebut bisa dibawa pulang dengan harga yang terbilang murah.

Musisi Jalanan di Malioboro
Musisi Jalanan di Malioboro


Selain menjadi pusat perdagangan, jalan yang merupakan bagian dari sumbu imajiner yang menghubungkan Pantai Parangtritis, Panggung Krapyak, Kraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi ini pernah menjadi sarang serta panggung pertunjukan para seniman Malioboro pimpinan Umbu Landu Paranggi. Dari mereka pulalah budaya duduk lesehan di trotoar dipopulerkan yang akhirnya mengakar dan sangat identik dengan Malioboro. Menikmati makan malam yang romantis di warung lesehan sembari mendengarkan pengamen jalanan mendendangkan lagu "Yogyakarta" milik Kla Project akan menjadi pengalaman yang sangat membekas di hati.

Lesehan Malioboro, aneka kuliner dan diirini pengamen jalanan
Lesehan Malioboro, aneka kuliner dan diirini pengamen jalanan


Malioboro adalah rangkaian sejarah, kisah, dan kenangan yang saling berkelindan di tiap benak orang yang pernah menyambanginya. Pesona jalan ini tak pernah pudar oleh jaman. Eksotisme Malioboro terus berpendar hingga kini dan menginspirasi banyak orang, serta memaksa mereka untuk terus kembali ke Yogyakarta. Seperti kalimat awal yang ada dalam sajak Melodia karya Umbu Landu Paranggi "Cintalah yang membuat diriku betah sesekali bertahan", kenangan dan kecintaan banyak orang terhadap Malioboro lah yang membuat ruas jalan ini terus bertahan hingga kini.

Keterangan: Karnaval dan acara yang berlangsung di Kawasan Malioboro biasanya bersifat insidental dengan waktu pelaksanaan yang tidak menentu. Namun ada beberapa kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun seperti Festival Kesenian Yogyakarta pada bulan Juni hingga Juli, serta Pekan Kebudayaan Tionghoa yang dilaksanakan berdekatan dengan perayaan tahun baru China (Imlek).


Peta Malioboro



Baca Juga
  • Sungai Cheonggyecheon, Sungai Terbersih di Seoul Korea

Rerefensi Yogyes.com
0
Share
Sungai Cheonggyecheon
Sungai Cheonggyecheon

Sebagian besar sungai di Indonesia kurang terawat, dan inilah salah satu faktor penyebab banjir yang selalu terjadi di musim hujan, di sebagian besar wilayah kota, tak terkecuali Jakarta sebagai ibu kota negara. Tak terfikirkah keinginan untuk menciptakan sungai bersih, bukan sekadar rancangan di atas kertas, tetapi benar-benar nyata? Kalau mau, bisa kok. Pemerintah dan warga Seoul, Korea Selatan sudah membuktikannya. Lima tahun terakhir ini Sungai Cheonggyecheon menjadi pusat rehat warga kota yang murah-meriah.


Pengunjung betah untuk menikmati indahnya aliran sungai
Pengunjung betah untuk menikmati indahnya aliran sungai



Di tempat ini, warga Kota Seoul bisa melepas lelah dari kepenatan. Ada yang datang bersama kawan-kawan, ada juga yang memboyong keluarganya. Rehat di sungai bersih ini bahkan dapat mengurangi kebiasaan berbelanja di mal yang cenderung konsumtif. Warga cukup datang, jalan-jalan, menikmati keindahan sungai, dan semuanya tanpa dipungut biaya.

Sungai Cheonggyecheon terletak di jantung kota. Tak hanya memikat warga Seoul, kawasan ini juga sering dikunjungi wisatawan dari kota lain di Korea Selatan, bahkan wisatawan mancanegara. Sungai Cheonggyecheon benar-benar menawarkan daya tarik tersendiri, lantaran terjaga kebersihannya.
 
Sungai Cheonggyecheon saat malam hari
Suasana Malam Hari Tak Kalah Epic nya
Suasananya cukup tenang, meski di atasnya terlihat lalu-lalang ribuan kendaraan bermotor. Pada sisi kiri-kanan sungai tersedia jalur khusus untuk pejalan kaki, sehingga mereka bisa merasakan langsung kesejukan udara, sekaligus mendengar aliran air yang menyegarkan

Asal tahu saja, sungai sepanjang 6 kilometer itu dulunya sangat kumuh, bahkan menjadi jamban dan tempat buang sampah bagi banyak orang. Menurut laman Pemerintah Kota Seoul, setelah Perang Korea (1950 – 1953), Cheonggyecheon menjadi lokasi pemukiman kaum pendatang yang ingin mengadu nasib di ibu kota.

Pada dekade 1970-an, Cheonggyecheon berubah fungsi menjadi salah satu simbol “modernisasi” Korsel. Di tepi sungai berdiri ratusan tiang pancang dan beton untuk pembangunan jalan layang.
Pada 2003, Wali Kota (saat itu) Lee Myung-bak melakukan perubahan revolusioner. Lee yang pecinta lingkungan menginginkan agar Sungai Cheonggyecheon bisa kembali pada status awal, yaitu sebagai sungai kecil yang mengalir di jantung ibu kota.


Proses Pembangunan Yang Mengorbankan Jalan layang
Proses Pembangunan Yang Mengorbankan Jalan layang

Jalan-jalan layang di atas sungai akhirnya disingkirkan. Begitu pun dengan tiang pancang dan lapisan beton yang menutupnya. Dua tahun kemudian, Cheonggyecheon seperti “terlahir kembali”, bahkan kini menjadi salah satu kebanggaan Kota Seoul, ibu kota modern yang memperhatian kelestarian lingkungan hidup.

Popularitas Lee kemudian melambung tinggi, hingga akhirnya terpilih sebagai presiden Korea Selatan periode (2008 – 2013). Dia dianggap sebagai negarawan berkat visinya yang ramah lingkungan.

Setelah kondisi Sungai Cheonggyecheon menjadi bersih, bahkan menjadi salah satu pusat rehat sore hari, tingkat polusi udara di Seoul menurun drastis. Udara kota menjadi lebih sejuk.

Predikat Terbersih
Sungai Cheonggyecheon , Sungai terbersih



 Baca Juga
  •  Situ Patenggang, Sebuah Mitos Yang Romantis

Referensi Simomot
0
Share

Situ Patenggang atau Situ Patengan adalah suatu danau yang terletak di kawasan objek wisata alam Bandung Selatan, Jawa Barat, Indonesia, tepatnya di Ciwidey. Terletak di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut, danau ini memiliki pemandangan yang sangat eksotik. Situ patenggang juga memiliki pemandangan alam yang asri, karena disekitarnya terdapat hamparan kebun teh.

Kabut Pagi Situ Patengang via.http://anekatempatwisata.com/

Luas Situ Patenggang sekitar 45.000 hektar. Serta total luas cagar alamnya mencapai 123.077,15 hektar. Situ patenggang selalu menjadi pilihan wisatawan terutama bagi mereka yang baru pulang dari tempat wisata Kawah Putih. Jaraknya dari wisata kawah putih hanya sekitar 7 KM dan membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja.

Dilihat dari perbukitan atas via.initempatwisata.com

Pintu Masuk



Mitos Situ Patenggang

Batu Cinta


Berdasarkan informasi yang tertera di lokasi wisata, situ Patenggang berasal dari bahasa Sunda, pateangan-teangan (saling mencari). Mengisahkan cinta Putra Prabu dan Putri titisan Dewi yang besar bersama alam, yaitu ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka berpisah untuk sekian lamanya. Karena cintanya yang begitu mendalam, mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan "Batu Cinta". 

Batu Cinta, Mitos yang sangat Romantis


Dewi Rengganispun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (Pulau Asmara /Pulau Sasaka). Menurut cerita ini, yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, senantiasa mendapat cinta yang abadi seperti mereka.


Lokasi dan transportasi

Situ patenggang terletak di daerah Bandung selatan dan terletak kurang lebih 35 KM dari kota Bandung.

Transportasi

Untuk menuju lokasi situ patenggang, bisa menggunakan angkutan umum berupa bis dari terminal leuwipanjang ke terminal ciwidey, disambung dengan angkutan desa ke situ patenggang. Jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa melalui jalur jalan kopo - soreang - ciwidey -situ patenggang.

Akomodasi

Tiket masuk ke area wisata adalah Rp18.000 / orang untuk weekday dan Rp.20.500/orang untuk weekend, kemudian untuk kendaraannya bis Rp.22.000/bis, dan untuk mobil roda 4 Rp. 11.000/mobil dan untuk pengendara motor Rp.3.500/motor. Sarana yang tersedia antara lain berupa tempat parkir yang luas, toilet umum, mushala, dan tempat menginap yang berada dibawah pengelolaan Perhutani . Selain itu juga terdapat banyak gazebo yang bisa digunakan untukistirahat di sekitar objek wisata .


Situ Patenggang Bandung

Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, 
Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, 
Kabupaten Bandung,
 Jawa Barat 40973 - Indonesia.

http://www.situpatenggang.com/

Baca Juga
  • Bermain Bersama Ribuan Ikan di Sea World Ancol


Referensi Wikipedia
0
Share
Gerbang Depan Sea World
Gerbang Depan Sea World via.panduanwisata.id
Bagi sebagian besar warga Kota Jakarta dan sekitarnya seperti Kota Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, dan Kota Bekasi atau yang sering disingkat dengan Jabodetabek mungkin sudah sangat akrab dengan Taman Impian Jaya Ancol Jakarta. Tempat wisata di Jakarta yang sangat populer ini memang sehari-harinya tidak pernah sepi dari pengunjung atau wisatawan. Pengunjung yang datang ke obyek wisata di Jakarta yang satu ini berasal dari sekitar Kota Jakarta sendiri bahkan tidak sedikit pula yang berasal dari luar Kota Jakarta.

Hal ini tidaklah mengherankan mengingat Taman Impian Jaya Ancol merupakan salah satu tempat wisata di Jakarta yang menawarkan beraneka ragam dan jenis wisata dalam satu area. Jadi hanya dengan mengunjungi satu tempat saja yaitu Taman Impian Jaya Ancol, pengunjung sudah bisa sekaligus mengunjungi berbagai macam wahana wahana wisata di beberapa taman tematik yang ada di sini.

Ada Aquarium Shark nya juga loh... via.tripadvisor.com



Taman Impian Jaya Ancol sendiri merupakan sebuah taman hiburan yang sangat luas dan memiliki beberapa objek wisata di dalamnya yaitu Dufan Ancol (Dunia Fantasi Ancol), Atlantis Water Adventure Ancol, Gelanggang Samudra Ancol, Pantai Marina, Pasar Seni, dan masih ada banyak lagi lainnya. Dan satu lagi tempat wisata di Jakarta yang lokasinya berada di dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol yang cukup terkenal yaitu SeaWorld Ancol atau SeaWorld Indonesia.

SeaWorld Ancol merupakan salah satu tempat wisata di Jakarta khususnya di Jakarta Utara yang lokasinya berada di dalam kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol Jakarta. Dan seperti terlihat dari namanya, tempat wisata yang satu ini menawarkan wisata dunia laut dalam satu kawasan wisata. Di SeaWorld Indonesia ini para pengunjung bisa menikmati aneka suguhan wisata yang berhubungan dengan dunia laut dari mulai aneka satwa laut langka, sampai dengan museum kelautan yang sangat bagus sekali.

Lorong antasena
Lorong Antasena via.beritakabar.com/


Tidak hanya itu saja di sini para pengunjung juga bisa menikmati segala fasilitas penunjang yang yang sangat lengkap lainnya hanya dengan membayar harga tiket masuk Sea World Ancol yang masih cukup terjangkau. Pengunjung bisa melihat langsung koleksi ikan langka yang ada di SeaWorld Ancol ini melalui bermacam akuarium dari yang kecil sampai dengan yang berukuran raksasa. Tidak hanya aneka ikan kecil saja yang ada di sini, tapi berbagai koleksi ikan berukuran raksasa juga ada di sini seperti hiu, dugong, atau juga aqua arapaima yaitu semacam ikan air tawar berukuran super besar yang berasal dari sungai amazon.

Program Khusus di SeaWorld Ancol


Walaupun sebagian besar pengunjung datang ke SeaWorld Ancol untuk berwisata dan bermain, namun sebenarnya Sea World Ancol tidak hanya menyediakan tempat untuk berwisata saja, akan tetapi tempat ini juga menyediakan saran dan fasilitas bagi mereka yang memang ingin belajar lebih jauh mengenai dunia kelautan termasuk juga biota laut. Tidak ketinggalan pula sarana dan fasilitas bagi mereka yang khusus datang untuk mengadakan penelitian kelautan. Berikut ini dua macam program khusus andalan SeaWorld Ancol selain untuk wisatawan reguler :

  • Program Pendidikan

SeaWorld Ancol sebagai salah satu tempat wisata di Jakarta yang memiliki berbagai fasilitas penunjang yang cukup lengkap juga menyediakan program khusus bagi sekolah-sekolah yang ingin mengadakan wisata belajar, khususnya untuk lebih mengenal aneka biota laut Indonesia. Program pendidikan ini khusus dibuat bagi sekolah-sekolah, mulai dari Taman Kanak-kanak sampai dengan Sekolah Menengah Atas. Tujuan utamanya adalah untuk mengenalkan kehidupan laut pada anak-anak agar mereka lebih mencintai dan ikut melestarikan laut. 

Sarana pendidikan Sea World
Sarana Belajar di Sea World via.hargatiketmasuk.com


Selain itu juga untuk lebih mengetahui mengenai hubungan erat antara kehidupan laut dengan kehidupan manusia secara umum. Di program pendidikan khusus ini murid-murid dari berbagai sekolah bisa berkunjung secara berkelompok dengan sekolahnya masing-masing. Dan kemudian di tempat ini pihak pengelola Sea World Ancol akan menyediakan aneka sarana penunjangnya seperti misalnya pemandu, pengajar khusus, presentasi, dan tentunya melihat langsung rabuan biota laut yang ada di SeaWorld Ancol ini.

  • Program Konservasi

Selain menyediakan sarana bagi sekolah-sekolah yang ingin mengadakan program wisata belajar berkelompok, pihak SeaWorld Ancol juga memiliki program konservasi untuk beberapa jenis binatang laut yang langka. Salah satu binatang laut yang dilindungi dan mulai langka adalah penyu, dan di tempat ini penyu laut dikembangbiakkan dengan tujuan pelestarian. Di sini kita bisa melihat cukup banyak penyu laut yang sedang dikembangbiakkan, serta beberapa tukik atau anak penyu yang sudah mulai besar. Tukik-tukik ini nantinya juga akan dilepaskan ke habitat alam aslinya. –Harga Tiket Masuk SeaWorld Ancol Indonesia

Juga Sebagai Sarana konservasi
Juga Sebagai Sarana konservasi via.citraindonesia


Untuk bisa menikmati segala fasilitas yang ditawarkan oleh SeaWorld Indonesia, para pengunjung harus terlebih dahulu membayar harga tiket masuk SeaWorld Ancol. Anda tidak perlu khawatir karena harga tiket masuk SeaWorld Ancol ini masih cukup terjangkau bagi para wisatawan yang ingin berkunjung. Harga tiketnya cukup layak mengingat segala fasilitas dan hiburan yang bisa dinikmati di tempat ini. Dan untuk harga tiket masuk SeaWorld Ancol ini pengelola memiliki 2 kategori tiket SeaWorld Indonesia yaitu khusus bagi pengunjung perorangan, dan khusus bagi pengunjung berkelompok.

Harga Tiket Masuk SeaWorld Ancol

Untuk bisa menikmati segala fasilitas yang ditawarkan oleh SeaWorld Indonesia, para pengunjung harus terlebih dahulu membayar harga tiket masuk SeaWorld Ancol. Anda tidak perlu khawatir karena harga tiket masuk SeaWorld Ancol ini masih cukup terjangkau bagi para wisatawan yang ingin berkunjung. Harga tiketnya cukup layak mengingat segala fasilitas dan hiburan yang bisa dinikmati di tempat ini. Dan untuk harga tiket masuk SeaWorld Ancol ini pengelola memiliki 2 kategori tiket SeaWorld Indonesia yaitu khusus bagi pengunjung perorangan, dan khusus bagi pengunjung berkelompok.

Tiket Masuk SeaWorld :
**Untuk grup, peserta minimal 25 orang.


Tiket Masuk SeaWorld Ancol – Ocean Dream Samudra (Paket Bundling)


**Harga tiket masuk SeaWorld Ancol ini tidak termasuk harga tiket masuk Ancol.

Jam Buka

Bagi para pengunjung yang berdomisili mungkin sudah cukup sering berkunjung ke SeaWorld Indonesia ini dan tahu tentang informasi jam bukanya. Tapi bagi anda yang datang dari luar kota atau bahkan daerah lain yang jauh, maka informasi mengenai jam buka atau jam operasional SeaWorld Indonesia ini cukup penting untuk anda ketahui. Sea World Ancol ini beroperasi dan selalu dibuka setiap hari. Dan untuk jam buka, SeaWorld Indonesia mulai buka setiap hari pada pukul 09:00 WIB, dan tutup pada pukul 18:00 WIB. Mengingat jam buka tempat wisata di Jakarta Utara ini cukup panjang, maka pengunjung bisa sepuasnya bermain dan sekaligus juga belajar tentang kehidupan laut, khususnya tentang biota laut yang sangat beraneka ragam macamnya. –Harga Tiket Masuk SeaWorld Ancol Indonesia


Sea World Ancol

Berlokasi di: Taman Impian Jaya Ancol
Alamat: Taman Impian Jaya Ancol, Jl. Lodan Timur No. 7, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Telepon:(021) 6452976
Jam: 09.00 - 18.00


Baca Juga
  • Catatan Perjalanan : Mengunjungi Osaka Aquarium Kaiyukan Jepang

Referensi hargatiketmasuk.com
0
Share
Newer Posts Older Posts Home

Popular Posts

  • Kawah Putih Ciwidey, Bagaikan di Negeri Dongeng
    Jika kamu ingin berkunjung ke Kawah Putih dapat melalui jalan raya Soerang-Ciwidey atau dekat dengan objek wisata Situ Patenggang. Suhu ...
  • Liburan Natal di Winter Wonderland, London
    Bagi Anda yang berencana merayakan Natal dan tahun baru di Inggris, atau sekedar menghabiskan waktu liburan akhir tahun ini, ada satu tempa...
  • Rute Kirab Budaya dan Pawai Kendaraan Hias 2015 Kota Malang
    Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali akan menggelar Kirab Budaya 2015 dalam rangka memperingati HUT ke-70...
  • Jangan Sembarangan Share Boarding Pass, Ini alasannya
    Stop Share Boarding Pass Kepala petugas keamanan di perusahaan intelijen ancaman global IntSights, Etay Maor, mengatakan,  boarding pa...
  • Pengetahuan Dasar Menjadi Backpacker Pemula
    Saat ini hampir setiap orang memiliki impian untuk bisa melakukan backpacking mengunjungi tempat-tempat wisata yang mereka inginkan. T...
  • Pantai Sendiki, The Hidden Paradise
    Putih dan Lembutnya Pasir Pantai Sendiki Pantai Sendiki – Selain terkenal dengan udaranya yang sejuk karena berada di dataran ting...
  • Teori tentang Danau Purba di sekeliling Borobudur
    Tidak seperti candi lainnya yang dibangun di atas tanah datar, Borobudur dibangun di atas bukit dengan ketinggian 265 m (869 ft) dari p...

Labels Cloud

Korea Selatan Mancanegara Wahana Wisata Wisata Alam Candi News Jepang Artikel Trip Kuliner Tempat Bersejarah Tempat Unik Malang Hotel dan Penginapan Museum Tips Budaya Pantai Peninggalan Sejarah Promo Singapura Batu Cafe China Inggris JatimPark Jogjakarta Myanmar Sungai Thailand Transportasi Wahana Wisata Belanja

Blog Archive

  • ▼  2019 (5)
    • ▼  December (4)
      • Pengunjung bertato dilarang masuk Onsen di Jepang???
      • Jangan Sembarangan Share Boarding Pass, Ini alasannya
      • Road To "Napak Tilas Budaya Jogjakarta"
      • 5 Cafe yang kece abis untuk di Instagram-in
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (7)
    • ►  December (7)
  • ►  2016 (59)
    • ►  July (8)
    • ►  June (10)
    • ►  May (34)
    • ►  February (7)
  • ►  2015 (18)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)
    • ►  March (1)
    • ►  February (13)
  • ►  2014 (12)
    • ►  December (12)
Copyright © 2016 Netpacker

Created By ThemeXpose & Distributed By Free Blogger Templates